pink2

Dia adalah Sarah, yang selalu menemani hari-hariku sebelum bertemu denganmu. Dia yang dengan setia mendengar ceracau dan senandung miskin nadaku. Dia yang berjuang tiap pagi menembus dinginnya kota tua ini. Dan dia pula yang pertama kali menarik perhatianmu, kala aku melewati depan sekolahmu. Entah apa yang ada di pikirmu, di saat banyak wanita mendamba lelaki dengan tunggangan keren nan canggih, kamu malah memilih vespa ini sebagai teman perjalananmu.

Ah, itu yang aku suka darimu, kesederhanaan yang membuatku jatuh cinta. Kamu yang tak pernah meminta apapun dan menerima begitu adanya.

Dia adalah Sarah, yang bersamanya kita menjelajah tiap sudut kota, atau hanya sekedar menikmati malam yang kian larut sembari berbincang tanpa arah.
Kata bapak, vespa ini adalah legenda cinta. Dia menjadi saksi kisah cinta bapak-ibu, om-tante sampai akhirya berlabuh di kisah asmara kita. Dia memang agak cemburuan karena setiap  wanita yang membonceng akan merasakan mendorong dia. Tapi, kamu tidak pernah marah karenanya, kamu tetap sabar dan tertawa tiap kali aku harus berhenti untuk menenangkan kemarahannya.

Mungkin bila Sarah bisa mendengar, dia akan dengan senang hati memutar ulang apa yang telah terjadi dengan kita. Segala senda gurau, obrolan, ungkapan kemarahan, sampai tangis kesedihan terekam jelas di sana. Dia masih akan menjadi saksi bisu dan  siap menua bersama kita.

Pada saatnya nanti, anak-anak dan cucu kitalah yang akan bernostalgia bersama dia.

Ilustrasi: Rio Frederico

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s