Hari ini saya mengulang lagi mendengarkan Barasuara dari pagi sampai malam. Gara-gara Siddha kemarin dapet tanda tangan seluruh personilnya Barasuara di CD Taifun yang baru aja saya dapat buat hadiah nikahan. Karena CD nya saya tinggal di Jogja, akhirnya saya meledakkan telinga dengan mendengarkan konser pertama mereka di Youtube.

Sebenarnya, saya pertama kali denger Barasuara itu adalah di Sounds from The Corner. Ini adalah channel music di Youtube yang sering merekam konser-konser penyanyi indie kesukaan, seperti Raisa (pas masih awal banget), Payung Teduh, Tulus,si jenius musik Ramondo Gascaro, atau band kesukaan sepanjang masa -Sore-, dan masih banyak lagi. Nah, di session #13, gilirannya Barasuara yang tampil. Pertama kali ndengerin langsung komentar “Wah, gila banget nih band. Warna musik, gebukan drum, terus semangat yang ditularkan tu beda banget” Kesan pertama yang sangat membekas sehingga membuat saya secara otomatis mendaulat diri sebagai pendengar setia mereka sejak saat itu.

Karena penasaran, saya mulai cari-cari info tentang band ini. Setelah pencarian yang tidak begitu lama, saya jadi tahu kalau band ini berisi personil nomer wahid. Vokalisnya adalah Iga Massardi, bekas pentolan The Trees and The Wild, salah satu band yang sering saya dengerin, bahkan sampai sekarang pun masih jadi ringtone alarm, dan “Tika and The Dissidents”. Dia bisa dibilang jendral di grup band ini, dengan lirik-lirik yang sederhana tapi menghipnotis para pendengarnya. Vokalis lainnya adalah dua wanita cantik dengan kepribadian menarik yaitu Puti Citara dan Cabrini Asteriska, keduanya sudah punya album yang tidak kalah ciamik juga. Lalu di sektor penggebuk drum ada Marco Steffiano yang adalah drummer di band pengiring Raisa, sementara di bass ada Gerald Situmorang. Nama terakhir sudah banyak malang melintang di dunia jazz sebagai gitaris tetapi di band ini dia didaulat untuk menjadi bassist. Personil terakhir yang namanya kurang familiar bagi saya adalah TJ Kusuma, walaupun ternyata dia adalah orang pertama yang diajak Iga bergabung.

Bicara Barasuara berarti bicara tentang lirik-lirik bahasa Indonesia yang puitis, tetapi mengena dan sangat bermakna. Iga sebagai pencipta lagu, menurut saya berhasil menyampaikan pesan dengan sangat baik di lirik yang dia buat. Walaupun kadang, kita pasti akan mengernyitkan dahi kalau mengulik lebih jauh tentang arti yang tersimpan di dalam lagu-lagu mereka. Tapi siapa yang peduli dengan kesusahan bila kenikmatan sudah terlalu merasuk. Berbalut dengan alunan musik yang menggugah semangat, Barasuara menjadi teman yang sangat tepat untuk menghapus pesimisme dan membangkitkan gairah hidup.

Beberapa lagu mereka berhasil menjadi favorit saya, baik dari segi lirik atau dari aransemen musik. Satu lagu yang saya tahu berlirik bagus adalah “Hagia”. Saya nggak tau pasti artinya Hagia itu apa. Setelah saya telurusuri lebih dalam, ternyata lagu ini tentang agama, iman dan kepercayaan. Seperti yang tertulis dalam lirik mereka “Sempurna yang kau puja dan ayat-ayat yang baca, kita bebas untuk percaya” Sebuah ajakan untuk menghormati pemeluk-pemeluk sesuai dengan Tuhan yang mereka yakini masing-masing. Yang menarik adalah di dalam lagunya ada lirik yang berbunyi “Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami” Sejenak aku tertegun,lho itu bukannya salah satu kalimat di doa Bapa Kami? Kok bisa ada di lagu itu? Mantap sekali. Mungkin nanti saya akan membuat tulisan khusus yang terinspirasi dari lagu ini.

Satu lagu lain yang menjadi favorit dari segi aransemen musik adalah Menunggang Badai. Menurut saya lagu ini memiliki dinamika yang cukup unik. Agak tenang di awal, lalu mulai menanjak ke bagian tengah, dan mendadak menjadi berjingkrak serta bergemuruh diawali lengkingan dua vokalis wanita. Lagu yang (mungkin) menceritakan tentang  dendam yang terpendam di hati seseorang serta perasaan-perasaan yang menyelimutinya. Saya merasakan ada hawa-hawa kemarahan yang berusaha dipancarkan lewat ini. Seperti mendengarkan devosi orang-orang depresi yang terus-menerus mencari Tuhan dalam keraguan yang tak kunjung sirna.

Bagi saya, Barasuara dan Taifun adalah masterpiece yang sama sekali tidak boleh dilewatkan. Saperti sahabat yang akan selalu setia menyalakan bara yang terancam padam. Mari memburu Barasuara!

 

Advertisements

One thought on “Memburu Barasuara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s