Kemarin sore, saya habis mendapatkan pengalaman yang cukup menarik dari nongkrong-nongkrong lucu bersama tiga orang wanita yang luar biasa. Mereka adalah wanita-wanita yang pintar, mandiri, tegas, berpendidikan, dan “galak”, hahaha. Topik obrolan bisa berganti-ganti, mulai dari topik tentang bobroknya pendidikan karakter di Indonesia, pengalaman-pengalaman mereka tinggal di Jepang, ataupun curhat colongan soal status yang masih single sampai saat ini. Akhirnya, sampailah kita pada topik yang sudah saya duga bakal keluar yaitu soal pernikahan. Waini…gara-gara hanya saya yang sudah menikah (walaupun yo lagek sak tumlik), saya pun ditanyai ini itu perihal memilih pasangan untuk menikah.

Salah seorang dari mereka bertanya tentang bagaimana kita bisa tahu wanita/pria mana yang nantinya bakal jadi pasangan kita. Wah, ini pertanyaan yang sangat sulit karena tiap orang punya personal experience nya sendiri-sendiri. Ada yang sudah tahu kalau dia bakal menikah dengan orang tersebut, hanya dari pandangan pertama. Makjegagig langsung bilang “Wah, kayanya ini jodoh saya nih”. Ada juga yang butuh proses panjang untuk saling mengenal satu sama lain baru yakin bahwa ini adalah wanita/pria yang bakal jadi teman hahahihi dan huhuhuhu sepanjang hayat (seperti saya yang 10 tahun pacaran, misalnya).

Tapi saya berpegang pada satu prinsip, kalau memang mau mengenal sifat asli pasangan kita, maka pergilah TRAVELLING berdua (harus berdua, jangan rame-rame sama temen yang lain) ke sebuah tempat antah berantah. Dari situ, kalian bisa tahu secara pasti apakah pasangan kita itu orang yang manja, sukanya seenaknya sendiri, tidak inisiatif, tidak bisa menentukan sesuatu, pah-poh, plegak-pleguk, njelei, nyebahi, atau malah punya punya sifat yang sebaliknya. Di tempat baru, kita akan menghadapi hal-hal yang tidak mengenakkan dan kadang butuh keputusan taktis yang cepat, tepat, serta solutif. Di situ, sifat asli pasangan kita akan terpampang nyata dan jelas di depan kita. Dari tindakan yang mereka lakukan, kita bakal bisa menilai, bagaimana mereka akan bereaksi terhadap permasalahan-permasalahan yang akan muncul dalam pernikahan. Saya sih yakin kalau nikah itu nggak akan selamanya haha-hihi, banyak fase-fase depresif yang bakal dilalui. Dan bakal sangat merepotkan kalau ternyata pasangan kita tidak bisa menjadi partner yang melengkapi kekurangan kita.

Kayaknya banyak juga yang langsung putus begitu pulang dari travelling, tetapi tidak sedikit juga yang hubungannya terselamatkan gara-gara bepergian bersama. Kita tidak akan pernah bisa tahu secara mendalam pasangan kita kalau yang dilakukan cuma nonton film di bioskop, nongkrong di kafe, cium-ciuman di mobil, jalan-jalan di mal atau aktivitas-aktivitas semacamnya. Aktivitas-aktivitas itu tidak membuat kita fokus pada pasangan kita. Ya, nggak mungkinlah kita bisa saling mengenal kalau kita sibuk nonton film atau sibuk megang hape pas lagi nongkrong di cafe. Imposibru banget. Kecuali kalau di saat nongkrong, kita bisa ngobrol berjam-jam tanpa putus dengan pasangan kita, ngobrolin tentang segala hal tanpa merasa perlu untuk fokus pada hal lain (seperti ngecek sosmed). Tapi itupun, saya kira belum cukup untuk bisa mengorek hal terdalam yang ada di diri pasangan kita.

Kita harus ditempatkan dalam suatu situasi yang tidak nyaman. Situasi yang tidak familiar dengan kita. Situasi dimana kita tidak pernah punya pengalaman sebelumnya untuk mengatasi. Dan disitulah, segala yang ada di diri kita akan terpoyeksi dengan sangat jelas, baik itu sifat yang baik ataupun yang buruk.

Tepatlah apa yang dikatakan oleh Mark Twain “I have found out that there ain’t no surer way to find out whether you like people or hate them than to travel with them.”

 Maka dari itu, jangan pernah menikah sebelum kalian travelling bersama. Huosh.

*masih akan ada topik selanjutnya…ngiknguk…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s