Awal bulan ini, saya kebetulan diberi kesempatan untuk bisa merayakan ulang tahun yang kesekian kalinya. Sebuah berkat yang harus disyukuri karena masih diberi kesehatan, rejeki, dan berbagai macam berkah lainnya. Waktu itu, banyak teman dan kerabat yang mengucapkan selamat, terutama lewat facebook. Ya, lebih karena di sosial media tersebut ada reminder utk memberitahu ulang tahun seseorang sih kayaknya, haha… Tapi, saya pikir ada sebuah dinamika yang cukup menarik utk diamati terkait dengan cara orang merayakan dan merasakan ulang tahun berdasarkan jenjang usianya.

Dulu pada waktu masih kecil, kita bakal seneng banget kalau pas ulang tahun ada pesta meriah. Ada yang dipestakan di restoran fast food (payah abis…) lengkap dengan berbagai dekorasi yang mewah plus hiburan ini itu. Mengundang teman-teman sekelas, diberi kado yang banyak, dll. Hal-hal itulah yang membuat kita bahagia pada saat itu.

Saya sendiri cuma pernah satu kali merayakan ulang tahun, pas kelas 4 SD, itupun hanya mengundang teman-teman main di sekitar rumah utk makan bareng. Kenapa kok nggak dirayakan tiap tahun? Alasannya adalah MALU. Hahaha. Dulu mikir, aku ki malu dan males e kalau ulang tahun harus pake dirayakan, aneh gitu rasanya.

Menginjak waktu SMP dan SMA, perayaannya beda lagi. Biasanya bakal ada kejutan rusuh dari teman-teman berupa guyuran tepung campur telor campur tanah dan campur-campur yang lainnya. Bahkan dulu di SMA, salah satu temen ada yang ditelanjangi sampai cuma bersisa cawet doang, alhasil dia pun harus manjat pohon di tengah lapangan utk menghindari keberingasan para pelahap maut, hahaha. Kasian bgt, tapi lucu.

Disadari atau tidak, semakin tua kita akan semakin menjauh dari sahabat-sahabat terdekat. Bisa karena tempat tinggal, tempat kerja, dll. Sahabat-sahabat saat sekolah sudah disibukkan oleh keluarga, karier, atau teman-teman yang baru. Tidak jarang pula, kita gagal mendapatkan sahabat “pengganti” yang bisa mengerti situasi kita dalam suka atau duka. Kondisi ini rentan menjerumuskan kita pada perasaan kesepian yang bisa berujung pada stres berkepanjangan dan depresi.

Lalu apa hubungannya kondisi ini ucapan selamat ulang tahun?

Situasi kesepian dan kesendirian tsb akan menghantui setiap kita akan merayakan ulang tahun. Kadang muncul pikiran “Masih ada nggak ya yang bakal inget ulang tahunku, ngasih selamat atau ngasih kado? Ah, paling-paling juga cuma sedikit” Nah, pikiran-pikiran tsb akan lebih menjatuhkan mental kita pada tataran ke-tidakeksistensi-an dalam kehidupan. Perasaan dilupakan, tergantikan, atau dihubungi hanya ketika orang lain butuh, pasti akan langsung menggelanyut dan terbayang-bayang. Susah banget lho kalau sudah jatuh dalam situasi kaya gitu.

Maka dari itu, walaupun saya juga kadang masih merasa malas dan enggan, kita bisa mulai untuk turut membantu dan memperhatikan orang lain hanya dengan mengucapkan selamat ulang tahun. Sederhana bukan? Kelihatannya sih sederhana, padahal dampaknya bisa sangat besar untuk diri kita sendiri atau orang tsb.

Kita bisa menjalin kembali komunikasi yang sempat terputus karena jarak dan waktu, syukur syukur kalau obrolannya bisa berlanjut ke masalah kerjaan, kan malah bisa mendatangkan rejeki kan? Atau kita malah bisa mendapatkan ilmu baru dari teman-teman lama yang tentunya sudah berhasil berkembang dalam kepribadian atau karier. Banyak manfaatnya lho ternyata. Kayanya cuma hal yang remeh-temeh gitu.

Saya sadar secara penuh bahwa pada dasarnya manusia itu senang diperhatikan (tentu dalam taraf yang sewajarnya). Perasaan diperhatikan secara tidak langsung akan berpengaruh pada pikiran positif orang tsb. “Oh, ternyata masih ada orang yang inget sama aku to?” Ya gitu gitu deh..hahaha..

Yuk dimulai, lagian nggak ada ruginya juga to?

^^Y

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s