Weekend kmrn saya ktm dng salah teman SMA, udah 10 tahun nggak ktm semenjak lulus, jadinya disempatkan saja utk ketemu. Walaupun nggak ktm lama bgt, untunglah lngsung bisa ngobrol omong kosong dlm waktu yg lumayan lama, hampir 3 jam lah.

Salah satu topik obrolan adlh soal politik di perusahaan. Sbg konsultan bisnis, dia udah banyak merasakan asam garam dunia perpolitikan di tempat kerja. Makin tinggi jabatan, tentu paparan thdp situasi politik akan makin sering dan terjangannya akan makin kencang.

Dia bilang bahwa dalam dunia kerja ada 4 tipe orang. 1.Kompetensi bagus, tp politik-nya jelek, 2.Kompetensi bagus, tp politik-nya bagus, 3.Kompetensi kurang tp politik-nya bagus, 4. Kompetensi jelek trus politik-nya jelek (nggak ada harapan sih buat yg terakhir, hahaha).

Politik yang dimaksud di sini adalah cara2 yg kita pakai utk bisa mendapatkan kekuasaan yg lebih tinggi. Seringkali, di tempat kerja, orang2 dng integritas yg baik dan punya kinerja/kompetensi yang mumpuni, kariernya tidaklah secemerlang mereka2 yg kompetensinya nggak tll bagus/integritasnya jelek. Kenapa? Biasanya org2 baik ini sgtlah alergi dng situasi perpolitikan kantor, padahal potensi, kualitas, dan kinerja kita hanya bisa dihargai kalau kita bisa pamer kepada org yg tepat. Kebanyakan, org2 dng ide yang brilian kalah dng mereka yg biasa2 krn tdk ada kedekatan personal dng para pemegang kebijakan. Alhasil, bakat2 yg harusnya bisa dipakai utk kemajuan tempat kerja malah jadi tersia-siakan.

Saya pikir ini adlh insight yg baik. Sesuatu yg nggak pernah saya pahami sebelumnya, bahwa orang2 yg scr performance bagus, harusnya mendapatkan panggung yg lebih megah dibandingkan dng mereka yg hanya bekerja seenaknya. Tapi, seringkali kita liat di tempat kerja, penilaiannya mjd tidak objektif krn adanya sentimen tdk dekat scr personal, suku, latar belakang, dll. Kualitas orang tidak pernah dinilai scr profesional, asal punya koneksi dan bisa deket dng penguasa, siapapun bisa dipromosikan, sebusuk apapun kualitas dan integritasnya. Kalau sudah gini, siapa yg jadi korban? Yg bakal jadi korban ya perusahaan itu sendiri krn dipimpin oleh mereka yg sebenarnya tidak layak berada di sana.

Namun, kekuasaan bermodalkan “pemberian” biasanya tidak akan bertahan lama. Mereka yg hanya bisa menjilat tapi nggak bisa kerja, toh lambat laun bakal dievaluasi scr objektif. Mereka tidak bisa terus-terusan bersembunyi dlm naungan koneksi krn statistik kinerja bakal menunjukkan hal yg sebaliknya.

Menurut saya, tugas seorang pemimpin yg baik adlh menemukan kualitas2 tersembunyi yg sebenarnya sgtlah vital utk kemajuan perusahaan/tempat kerja. Memang mjd lbh ideal bila orang2 dg kinerja baik ini bisa menunjukkan diri mereka kpd direksi/bos2 shng mereka bisa dng gampang ditemukan. Tapi, tentu jalannya bakal lumayan terjal bila org2 tsb tidak punya manuver politik yg bagus. Ditambah lagi bila pimpinannya juga tdk terlalu peduli dng kemampuan anak buahnya. Wah, bisa berat bgt sih jalannya.

Temen saya menambahkan “Yo masak to Pink, aku harus kalah dengan orang yang kaya gitu, ya males banget no. Brarti ya mau nggak mau, aku harus bisa menunjukkan kemampuanku supaya orang-orang yang kaya gitu nggak bisa berada di posisi atas. Nggak enak banget lho kalau punya atasan yang nggak bisa kerja kaya gitu. Bisa dongkol banget kalau dikasih kerjaan. Udah buang tenaga, waktu dan pikiran, tapi nggak ada dampak progresifnya buat kemajuan perusahaan, kan jadi males ngerjainnya”.

Menurut saya, saat ini, kinerja dan integritas harusnya jadi isu yg lebih penting dibandingkan dng latar belakang, suku, agama, anaknya siapa, dan berbagai macam isu2 yg nggak ada hubungannya dng kemajuan perusahaan/tempat kerja. Kalau terus menerus berkubang dng isu2 nggak penting kaya gitu, ya siap-siap aja utk kehilangan orang-orang terbaik.

Salam lemper.

Advertisements

One thought on “#14 Meng-endorse orang2 baik

  1. Selamat Siang Mbak Athana,

    Saya sedang blogwalking dan menemukan blog anda. Saya sangat teratrik dengan judulnya yang cukup menarik pembaca untuk melanjutkan tulisan anda hingga akhir.
    Saya Soraya dari http://serumah.com.
    Saat ini trend berbagi ruangan/roomsharing sangat marak di kota besar. Kami berinisiatif untuk membuat situs pencari teman sekamar/roommate agar orang-orang yang ingin menyewa tempat tinggal (apartemen, rumah atau kost) dapat berbagi tempat tinggal dan mengurangi biaya pengeluaran untuk tempat tinggal. Berawal dari ide tersebut, website serumah.com diluncurkan pada awal tahun 2016.

    Saat ini saya meminta bantuan anda untuk menuliskan artikel review mengenai serumah.com di situs blog anda. Saya dan Tim Serumah sangat menghargai jika Anda bersedia untuk memberikan review terhadap website kami dan menerbitkannya di blog anda.

    Mohon hubungi saya jika ada pertanyaan lebih lanjut. Saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

    Soraya F.
    Cataga Ltd.
    soraya.serumah@gmail.com
    http://serumah.com/

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s