Kemarin, ada salah satu temen cewek yang nge-posting fotonya di facebook. Foto biasa sih, tapi karena si dianya emang cantik dan lucu, yang nge-like bisa nyampek 350. Edan nggak sih? Hahahaha. Luar biasa banget lho. Dia termasuk jarang nge-posting foto-fotonya sih, jadinya mungkin sekali fotonya keluar dan kelucuannya terpapar kepada dunia, yo semua temennya yang (mungkin kebanyakan cowok2 sih, nggak segitunya juga sih ane ngecekin persentase populasinya, hahaha) bakal ngasih puja-puji dan sebagai macemnya.

Salah satu rasa penasaran ane adalah gimana ya perasaannya orang2 yang sekali foto bisa dapet likes banyak, tapi di lain waktu nggak ada yang nge-likes fotonya atau paling cuma segelintir. Kalau repetisi mendapat likes-banyak itu terjadi cukup sering, terus kemudian “dicuekin” sama followers, goncangan psikologisnya bisa lumayan terasa lho. Ya bisa dibayangin aja, ente berada di puncak ketenaran dengan penampilan fisik yang mumpuni, disukain banyak orang, dan tiba-tiba aja semua orang berpaling nggak peduli dalam sepersekian detik. Ane nggak bisa mbayangin, jarak antara emosi dan ekspektasi yang tadinya sempit terus tiba2 bergeser menjadi sangat berjarak dalam waktu yang sebegitu cepat itu pasti punya pengaruh langsung terhadap situasi kebatinannya dia. Puja-puji itu candu yang memabukkan banget sih menurut ane.

Tapi nggak bisa dipungkiri emang sekarang jamannya sosial media sih, kepuasan dalam melakukan sesuatu itu nggak cuma berhenti pada saat kita selesai melakukan tindakan itu. Padahal jaman dulu, kita bebas-bebas aja lho melakukan apa yang kita suka, nggak peduli juga apa kata orang lain tentang apa yang kita kerjakan atau pikirkan. Mana ada jaman SMA lah misalnya, mikirin, ah nanti kalau aku posting gini, terus followers ane nggak suka gimana ya? Aneh ya, jaman sekarang seakan-akan reaksi dari para followers adalah hal yang paling ditunggu-tunggu demi kepuasan batin yang “lengkap”.

Gara-gara yang macem ini, nggak heran banyak orang yang kemudian insecure sama kondisi dirinya sendiri. Sekalinya dicuekin followers, terus jadi nggak semangat, depresi, stres, ngerasa nggak dihargai, dan segala macem bentuk emosi negatif lainnya. Selain itu, secara nggak sadar, kita malah kehilangan jati diri kita sebagai seorang pribadi. Kita jadi terpenjara sama citra yang ingin dibangun di persepsi followers kita. Semakin lama, kita malah jadi pribadi yang terkungkung, nggak merdeka dan bisa aja semakin tersesat tanpa tentu arah. Cuma gara-gara kita selalu nurutin selera orang-orang di sosial media.Padahal ya sebenernya yang bisa nge-judge dirimu ya cuma kamu sendiri. Tapi malah seringnya kita nggak jujur sama diri kita sendiri. Kebanyakan bohongnya. 

Padahal ya ane yakin sih, orang-orang yang semacam gitu (yg segala-galanya diposting dan kepengaruh bgt sama sosmed) hidupnya biasanya nggak lebih bahagia dibandingkan orang-orang yang nggak pernah posting di sosial media sih. Mereka ngelakuin itu ya karena mereka nggak menemukan kebahagiaan ketika dia melakukan sesuatu sehingga butuh bantuan orang lain untuk menyadarkan bahwa ternyata apa yang dia lakukan ternyata cukup valid untuk dihargai. Mereka kaya orang-orang yang nggak punya percaya diri aja gitu, selalu butuh pengakuan orang lain untuk segala aspek di hidup mereka.

Kalau kata si uus pas wawancara di podcast awal minggu, dia bilang kalau mau ngelakuin sesuatu ya harus niatnya murni, nggak kepengaruh aspek lainnya.  Harusnya cuma ada 3 tujuan utama ketika ngelakuin sesuatu, kita melakukan utk diri sendiri/karya itu, utk keluarga, dan juga utk Tuhan. Dipikir2, bener juga sih, sepanjang kita nggak terdikte sama apapun yg ada di luar diri kita dan bisa mengontrol dng baik apa pikiran/ hati kita, semestinya hidup bakal lebih nyaman dan bahagia. Haha. 

Ya sama kaya blog ini lah, kadang ane masih mikir berapa jumlah views/likes/comments, padahal ya harusnya dimurnikan aja niatnya utk ngeblog yaitu utk ngasih pepesan buat si bocah2 nanti. Gitu aja. Yg lain-lain mah nggak usah dipikirin harusnya. Ya gitu deh.
Salam baper ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s