Bulan lalu, si bocah baru saja lahir. Selain mempersiapkan beberapa barang yang diperlukan untuk menyambut kedatangannya, kami ternyata juga harus mengurus berbagai dokumen pasca melahirkan. Meski agak sedikit ribet, menguras waktu, uang dan tenaga, tetapi karena ini adalah dokumen penting yang akan berguna untuk si anak. Maka, saya berusaha untuk segera menyelesaikan dokumen-dokumen ini.

Berikut adalah beberapa dokumen yang diperlukan:

  1. Laporan kelahiran (shussei todoke 出生届):

Proses ini adalah prosedur melaporkan bahwa bayi kita telah lahir dan ingin didaftarkan pada kartu keluarga kita (juuminhyo). Dari pihak rumah sakit, kita akan mendapatkan sertifikat kelahiran (shuusei shoumeisho (出生届).Sertifikat ini bisa diminta dalam dua bahasa, Jepang dan Inggris (untuk di rumah sakit tertentu, misalnya Rumah Sakit Minoo). Dokumen ini akan dibawa ke shiyakusho untuk diproses lebih lanjut. Saat sampai di shiyakusho, bilang pada petugasnya bahwa akan lapor kelahiran, biasanya mereka akan langsung sigap melayani untuk semua dokumen yang diperlukan. Harap dicatat bahwa pelaporan kelahiran harus dilakukan dalam waktu 14 hari setelah kelahiran.

Dokumen yang harus dibawa: Shussei shoumeisho, resident card dan hoken (orangtua) dan bositecho (di halaman depan bositecho akan dicantumkan keterangan lahir dan juga ditulis tanggal pelaporan oleh pihak shiyakusho. Halaman ini akan dilampirkan pada saat mengurus surat kelahiran anak di KJRI/KBRI)

Yang diperoleh: Juri shomeisho (受理証明書) dan juuminhyo (住民票) yang sudah diupdate dengan nama anak.

  1. Asuransi kesehatan bayi (hoken 保険書)

Asuransi kesehatan adalah hal yang wajib untuk dipunyai ketika bersekolah/bekerja di Jepang. Untuk itu, sekaligus dengan pengurusan pelaporan kelahiran, maka pihak shiyakusho akan secara otomatis mengarahkan untuk membuat asuransi kesehatan bayi. Cukup menunjukkan bahwa kita (ortu) menggunakan hoken dari pemerintah, maka anak kita juga akan terdaftar otomatis dalam hoken tersebut.

  1. Daftar tunjangan biaya bulanan bayi (Jidouteate 児童手当)

Setelah mendapatkan, asuransi kesehatan bayi. Maka pihak shiyakusho akan mengurus tunjangan biaya bulanan. Besaran biayanya bervariasi untuk tiap kota. Ada yang 15.000/bulan/anak atau dengan nominal yang lebih kecil. Biasanya, biaya ini akan ditransfer setiap 4 bulan sekali ke rekening bank orangtua. Lumayan banget lho untuk beli popok dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Bisa juga dipake oleh ibunya untuk makan yakiniku biar ASI-nya lancar jayaaaaa…(yakiniku sudah terbukti ampuh untuk memperbanyak ASI, hahaha..)

Dokumen yang harus dibawa: fotokopi buku tabungan orangtua, resident card dan hoken ortu, hanko, hoken anak.

Yang diperoleh: telah terdaftar dalam tunjangan bulanan dan brosur2 tentang jidoteate.

  1. Buat kartu berobat bayi gratis (iryoushou 医療証)

Selain hoken, maka kartu berobat bayi juga harus dipunyai. Bila si kecil sakit, ada beberapa kota yang menggratiskan biaya pengobatan, tetapi ada juga yang harus membayar maksimal 500-1000 Yen (ini kalau di Minoo City). Kartu ini penting untuk dipunyai karena biasanya 1 bulan setelah melahirkan, akan ada pemeriksaan di rumah sakit. Jadi, kalau bisa, segera saja mengurus kartu ini supaya tidak dikenai biaya pada saat memeriksaan bayi.

Dokumen yang diperlukan: resident card orangtua, hoken.

Yang diperoleh: Iryoushou (kalau di Minoo, kartu ini akan dikirim ke alamat rumah, beserta dengan hoken si bocah)

NOTE:

Karena saya tinggal di Minoo City dan kebetulan rumah nggak begitu jauh dari Syakusho Toyokawa Branch, maka saya mengurus semua dokumen si bocah di sana. Prosesnya nggak begitu lama kok, sekitar 1 jam untuk 4 dokumen yang diperlukan si bocah. Kadang-kadang memang ada syakusho/kuyakusho yang nggak menyediakan pelayanan paralel, jadi harus mengurus dokumen satu per satu. Untungnya, di Minoo Syakusho bisa mengurus semua dokumen secara langsung, jadi nggak perlu ribet-ribet.

Oh iya, karena banyak dokumen yang harus dipersiapkan untuk pengurusan visa, surat kelahiran dan juga paspor anak, sebelum ke syakusho, pastikan dulu dokumen apa yang akan diminta untuk membuat dokumen-dokumen tersebut. Apakah harus asli atau bisa kopian, dan lain sebagainya. Ini untuk mengantisipasi kita harus bolak-balik ke syakusho untuk minta dokumen. Kalau bisa diurus dalam satu waktu kan lebih hemat tenaga. Hehehe.

  1. Tunjangan biaya melahirkan (Shussan Ikuji Ichiji Kin)

Bila kita melahirkan di rumah sakit, maka kita akan mendapatkan tunjangan sebesar 420.000 yen. Uang ini akan disalurkan langsung ke rumah sakit, jadi biaya melahirkan akan dipotong langsung dari tunjangan ini atau kita bisa meminta tunjangan ini ke shiyakusho. Bila biayanya lebih besar dibandingkan tunjangan, maka kita harus membayar kelebihan biayanya. Namun, bila biayanya lebih kecil dibandingkan tunjangannya, maka kita akan mendapatkan uang tunai dari shiyakusho yang akan ditransfer ke rekening kita. Setiap kota dan rumah sakit mempunyai kebijakan tersendiri, jadi bisa ditanyakan.

Dokumen yang dibawa: resident card, hoken orangtua, buku tabungan.

Yang diperoleh: Sisa kelebihan tunjangan biaya melahirkan.

NOTE:

Untuk Rumah Sakit Minoo, pada saat pemeriksaan rutin kehamilan, mereka akan memberikan kertas yang berisi keterangan tentang tunjangan biaya melahirkan dan meminta persetujuan dari orangtua. Jadi, di rumah sakit ini, tagihan biaya akan langsung dipotong dengan tunjangan biaya melahirkan. Proses pembayaran tagihan juga nggak ribet kok, nanti perawatnya akan memberikan tagihan biaya, kemudian kita akan harus membayar/menyerahkan tagihan tersebut di kounter pembayaran. Hanya memerlukan waktu 10 menit untuk membereskan semua administrasi di rumah sakit. Mantap banget yak!

  1. Resident Card (Visa) di kantor Imigrasi Jepang

Selain dokumen yang diurus ke shiyakusho, maka kita harus juga mengurus visa anak maksimal 30 hari setelah kelahiran. Dokumen ini harus diurus dan diambil langsung ke pihak imigrasi Jepang di Osaka (letaknya di Cosmosquare), cukup memakan waktu sih karena letaknya yang jauh. Ada beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan visa bagi si kecil, antara lain:

  • Form aplikasi (ada di website)
  • Photo 4×3 (untuk bayi, tidak memerlukan foto)
  • Surat kelahiran (shuusei shoumeisho (出生届)) atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh shiyakusho (Juri shomeisho (受理証明書))
  • Kartu keluarga (juuminhyo) edisi terbaru (beserta bayi yang baru lahir) yang bisa diminta di syakusho.
  • Surat Keterangan Mahasiswa
  • Surat Keterangan Beasiswa (Monbugakusho, LPDP, Dikti, dll) atau copy buku tabungan, bila private student. Untuk non-beasiswa, tidak ada saldo tertentu yang dipersyaratkan. Pokoknya, dari pihak imigrasi merasa teryakinkan bahwa anak kalian tidak akan terlantar karena orangtuanya kekurangan biaya.
  • Residence card orangtua
  • Surat keterangan menikah (mungkin diperlukan, jadi siap-siap aja dibawa)
  • Fotokopi paspor orangtua

Dokumen ini tidak akan dikembalikan oleh pihak Imigrasi. Jadi lebih baik melampirkan kopian dari dokumen-dokumen yang dipersyaratkan. Untuk keterangan lebih detail, bisa menuju tautan berikut http://www.immi-moj.go.jp/english/tetuduki/zairyuu/syutoku.html

  1. Surat Keterangan Lahir di KJRI/KBRI

Dokumen ini diperlukan untuk persyaratan memperoleh akta kelahiran di Indonesia. Di beberapa kota, surat kelahiran yang dikeluarkan dari rumah sakit/city hall tidak cukup dan harus menyertakan surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh KJRI/KBRI. Berikut adalah persyaratan untuk mendapatkan surat keterangan lahir:Surat permohonan ditujukan kepada Konsul Konsuler (ada di website KJRI)

  • Mengisi formulir pelaporan kelahiran (ada di website KJRI)
  • Fotokopi surat nikah/buku nikah/ akta perkawinan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia
  • Fotokopi paspor orangtua, semua halaman yang terpakai.
  • Surat keterangan lahir dari pemerintah Jepang (Juri shomeisho (受理証明書))
  • Kartu keluarga terbaru (asli) dari Shiyakusho (Juuminhyo)
  • Resident Card anak
  • Fotokopi Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Bositecho), halaman. Pencatatan tanggal, waktu kelahiran
  • Beli Letter Pack di kantor pos 1 lembar (bentuk amplop tebal A4 dan sudah termasuk perangko 510 Yen) dan mengisi alamat lengkap – Jangan salah beli, letter pack beda dengan amplop biasa ya, ada yang warna merah (510 Yen) dan warna biru (310 Yen), bisa dicari gambarnya di google kalo nggak yakin
  • Biaya 0 Yen (mulai berlaku tahun 2017, tahun lalu padahal masih harus bayar 1200 Yen, mantap yak, hehehe..gratis..)

http://www.indonesia-osaka.org/layanan-publik/kelahiran/

  1. Paspor Anak di KJRI/KBRI

Selain Surat Keterangan Lahir, maka kita juga harus mengurus Paspor buat si anak. Berikut adalah beberapa persyaratan untuk pembuatan paspor:

  • Surat permohonan ditujukan kepada Konsul Konsuler KJRI Osaka (ada di website)
  • Mengisi formulir permohonan paspor (ada di website)
  • Surat pernyataan tidak berkewarganegaraan asing (ada di website)
  • Surat Keterangan Lahir (SKL) Anak
  • Surat nikah/Buku Nikah/ Akta Perkawinan orang tua yang dikeluarkan pemerintah Indonesia.
  • Resident Card Anak (bisa disusulkan setelah residence cardnya jadi)
  • Resident Card Orangtua
  • Paspor kedua orangtua, fotokopi semua halaman yang terpakai.
  • 3 lembar pasfoto ukuran terbaru 3×4 cm dengan latar belakang warna putih polos bukan hasil editing dan jelas/tidak buram
  • Beli Expack/Letter Pack di kantor pos 1 lembar, amplop ukuran A4 (untuk pengiriman paspor) dan mengisi alamat lengkap
  • Biaya paspor sebesar 2.700 Yen (transfer melalui kantor pos)

Rekening Pos KJRI Osaka
振込先 : 在大阪インドネシア共和国総領事館
Nama Rekening : Zai Osaka Indonesia Kyouwakoku Souryoujikan
郵便口座番号 : 00970-4-257046 (振り込み書が必要になります)
No. Rekening : 00970-4-257046 (Resit asli pembayaran harus disertakan)

Proses penggantian paspor memakan waktu sekitar 3 hari kerja

http://www.indonesia-osaka.org/layanan-publik/paspor-hijau/

Sumber:

https://sabakukyu.wordpress.com/2016/08/17/pengalaman-melahirkan-di-jepang-part-3/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s