Kemarin, pada saat nongkrong, si Nesya sempat bertanya: “Emang kalau ngeluh itu malah nggak melegakan ya? Bukannya itu malah bisa menghilangkan stres?”. Terus ane jawab, “Menurut ane sih, ngeluh sih wajar, tapi kalau ngeluh terus malah bikin suasana malah tambah nggak enak karena kita ngeluarin hawa-hawa negatif dan energinya nggak juga jadi hilang, cuma disitu-situ aja. Jadi ya, ngeluh aja nggak papa,wajar kok, tapi habis itu dikerjain lagi, nanti juga lama-lama bakalan selesai kerjaannya” Hehe. Sok bener banget sih!

Pertanyaan ini muncul karena akhir-akhir ini kesibukan meningkat drastis dan harus sering lembur. Sedangkan di rumah, Hagia masih umur 3 bulan yang mana masih dalam kondisi tidur belum teratur dan berbagai macam keribetan lainnya. Nesya yang selama ini selalu jaga malam, tiap 2 jam bangun untuk menyusui, ngganti pampres, belum lagi kalau harus pake nggendong buat menidurkan, tentu pingin ada me-time. Pingin leha-leha nonton korea, makan dengan tenang, atau sekedar ngopi-ngopi cantik tanpa diganggu oleh si bayi. Dia sih berharap sabtu dan minggu, saya bisa di rumah untuk bantuin dia ngasuh si bocah. Tapi ternyata weekend juga harus berangkat ke lab. Alhasil, akumulasi rasa letih, harapan pingin leha-leha yang tidak terwujud, dan berbagai macam hal lainnya, membuat dia mudah banget mood-nya berantakan. Hehehe. Marah-marah hanya gara-gara masalah sepele dan nggak penting. Ya gitu-gitu deh.

Kondisi ini juga mungkin dipicu sejak Hagia lahiran. Dulu pas awal-awal ada Hagia, saya mungkin mengalami depresi ringan gara-gara situasi yang mendadak berubah. Acuh tak acuh, bawaannya tidur terus (sampek dirasani sama ibu), nggak ikhlas kalau disuruh nggendong, dan berbagai macam witdrawal syndrome lainnya. Lumayan parah dan bikin si doi makan ati sih pastinya.

Awalnya sih saya juga heran dan nggak bisa paham kenapa dia kaya gitu. Tapi setelah dipikir-dipikir lagi. Emang capek banget sih, nggak bisa tidur nyenyak, sedangkan paginya harus bangun seperti biasa. Bayangin aja, kalau habis jaga malem di rumah sakit, kita bisa dapet libur. Sedangkan ini, jaga malam terus-terusan selama 3 bulan berturut-turut. Nggendong bayi seberat 6 kg selama 30 menit – 1 jam dengan frekuensi 4-6 kali dalam sehari itu bikin bicepsnya tambah gedhe lho. Percaya deh. Nggak perlu mahal-mahal ke gym buat ngedein otot, cukup nggendhong bocah secara teratur aja udah bisa bikin badan sehat. Edan tenan.

Apalagi, ini adalah pengalaman pertama punya bayi dan tanpa bantuan siapa-siapa. Kalau di Indonesia kan mesti banyak yang mbantuin, ya eyangnya, mungkin ada pembantu, dll. Pokoknya beban pekerjaannya tentu akan sedikit lebih ringan dibandingkan bila harus ngerjain apa-apa sendiri. Tapi, ya gimana lagi, bisa aja sih nge-hire baby sitter. Anaknya sih tenang nggak nangis dan nggak capek, tapi yo terus kita nggak bisa mbayar kosan, nggak bisa makan (kecuali makan angin sama makan ati),  wkwk.   

Makanya wajar banget kalau akhirnya pada titik tertentu, ada letupan-letupan yang terjadi. Padahal, biasanya dia adalah orang yang kalem-kalem aja. Jarang mengeluh kalau menderita (terbukti, pacaran sama ane 10 tahun nggak pake ngeluh adalah bukti yang sangat sahih, wkwk).

Ya bisa aja sebenernya, kalau habis pulang dari lab, pinginnya marah-marah kalau ngurus rumahnya nggak bener. Sebel gitu. Liat rumahnya kotor atau belum masak nasi padahal laper banget terus masih harus dapet jatah nggendhong bocah, belum lagi harus nyuci sama njemur baju. Tapi ya ngapain, kalau dirasa-rasa, apa yang dilakukan Nesya yo amat jauh lebih berat. Jadi, ya udah, kalau ngeliat yang kaya di atas, ya nggak usah pake marah-marah segala. Tinggal diberesin, tinggal masak nasi, tinggal nggendong sambil nungguin nasi-nya tanak, kelar deh semua urusan. Nggak usah memperunyam situasi yang sebenarnya responnya masih bisa dikendalikan secara sadar oleh kita. Nggak usah terlalu reaktif dan selalu dipengaruhi oleh situasi eksternal, respon dari kita mah harusnya kita sendiri yang bisa atur, bukan didikte oleh kondisi apapun.   

Lagian, kalau dipikir-pikir, nggak ada untungnya juga kaya gitu-gitu juga. Emang klausul darimana sih yang mewajibkan istri harus melayani suami. Saya nggak paham yang gini-gini. Ya, jadi suami juga tau dirilah. Mbok yang mandiri dan peka gitu lho. Seakan-akan urusan rumah adalah urusannya istri semata. Padahal yang namanya rumah yo  ditinggali berdua, ya berarti apa yang terjadi di dalamnya ya tanggungjawab berdua. Bukan tanggungjawab salah satu pihak aja. Bisa membantu meringankan beban-nya Nesya adalah sebuah kenikmatan sendiri sebenarnya. Karena kalau dia bahagia dan rendah stres, tentu kualitas ASI-nya akan baik dan berujung pada tumbuh kembang si bocah yang lebih baik juga. Rentetan dampaknya cukup panjang kalau mau ditelaah lebih lanjut.

Bantuan sekecil apapun untuk meringankan beban si doi yang lagi sibuk-sibuknya menyusui akan sangat berarti dan membuat mood berubah 180 derajat. Menurut saya sih, nggak ada pekerjaan yang harus dibatasi hanya berdasarkan gender tertentu. Cuma ada dua yang nggak bisa digantikan oleh laki-laki yaitu menyusui dan melahirkan. Selain itu, ya jenis pekerjaannya bisa dilakukan oleh kedua belah gender. Jadi, nggak perlulah itu, minta-minta dilayani ini itu. Emang si bapak-bapak ini kalau udah nikah harus banget gitu ya dilayani ini itu sama istrinya. Ha kalau gitu, ya mending cari ART aja, nggak usah nikah le. Situasinya jadi enak kalau masing-masing mau peka, responsif dan inisiatif terhadap masalah-masalah yang muncul di rumah. Saling melayani berujung saling memahami dan berakhir dengan sama-sama bahagia.

Disadari atau tidak, ME ME ME generation itu emang cuman selalu mikir tentang dirinya sendiri sih, makanin egonya sebanyak mungkin, cenderung nggak peduli sama orang lain. Sampai pada akhirnya, kita akan ngerti bahwa semua ini mah bukan tentang diri sendiri, tapi tentang bagaimana memberi  “nikmat” pada orang lain. Asik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s