Weekend kemarin, kami pergi makan ke Kura Sushi karena udah lama juga ndak makan ke sana. Di Kura Sushi ada sebuah permainan yang menarik. Jadi, setiap kita memasukkan 5 piring ke dalam cucian, maka kita dapet kesempatan untuk maen game gatcha, kaya semacam slot machines, yang berhadiah macam-macam, seperti gantungan kunci Luffy, stiker kulkas, atau hadiah lainnya. Nah, waktu itu, kita cuma punya 4 piring. Nggak cukup buat bisa maen game-nya. Gara-gara pingin dapet hadiah dari game, akhirnya saya pun makan sushi satu piring lagi. Sialnya, udah gitu, kalah pula pas maen game-nya. Payah banget. Ditipu mentah-mentah sama restoran. Rugi 108 yen deh jadinya. Hawer.

Lalu, saya pun iseng mencari tahu, kenapa sih permainan-permainan macam lottery atau slot machines selalu menarik orang untuk bermain. Padahal kan ya udah jelas-jelas mereka ditipu oleh sistem yang dibikin oleh owner-nya. Tapi kok ya masih aja ada banyak yang tergila-gila oleh permainan itu. Bahkan, baru-baru ini pemerintah Jepang melegalisasi pachinko (tak kira dari dulu legal je) di Jepang. Pachinko ini ternyata berkontribusi terhadap 4% GDP Jepang atau sekitar 25 juta dollar. Hebat banget.

Setelah ditelusur, inti permainan semacam ini adalah eksploitasi psikologis manusia secara membabi buta. Pada prinsipnya, casino/bandar harus selalu menang setiap waktu. Kan nggak mungkin kalau mereka sampai rugi kan ya. Tapi, orang-orang juga males bermain dong kalau udah tau bahwa mereka akan kalah. Untuk menyamarkan hal ini, mereka punya cara yang sangat lihai untuk meyakinkan gamblers bahwa hasilnya akan berbeda dan mereka juga punya kesempatan untuk menang.

Dulu, slot machines hanya butuh utk menarik tuas yg akan memutar tiga gambar pada satu line, kalau ada dua atau tiga simbol yang sama, maka kita akan dapat koin atau kredit tertentu. Sesimpel itu? Nah, jaman sekarang, slot machines itu terdiri dari beberapa line. Setiap kali kita bermain, kita akan punya kesempatan untuk paling tidak menang di satu line dari 5 line yang tersedia. Nah, gara-gara “kemenangan” itu, mesin akan merayakan  itu dengan memutar suara yang asoy atau kelap-kelip lampu yang membuat kita akan merasakan positive feedback sebagai seorang pemenang (padahal yo kalah/net loss). Kondisi ini disebut para expert sebagai “loss disguised as a win” atau kekalahan yang disamarkan sebagai kemenangan”. Sehingga dengan ini akan terbentuk kebiasaan untuk mencoba dan terus mencoba lagi memutar tuas slot machines untuk mendapatkan perasaan “menang” yang sama. Hal ini terjadi karena kita tidak mengklasifikan perasaan tersebut sebagai kekalahan sehingga adrenalin dan rasa penasaran kita akan terpacu terus menerus. Inilah yang menyebabkan modern casinos menjadi sangat berbahaya.

Trik psikologis ini sebenarnya juga bisa kita temui waktu kita sekolah dulu. Pernah sadar nggak, kalau semisal guru memberikan pertanyaan, terus semisal kita coba jawab dan ternyata jawaban kita salah. Maka, tidak ada rasa penasaran untuk mencari jawaban yang benar. Sedangkan, bila kita menjawab dan si guru menanggapi dengan kata “hampir” untuk merespon jawaban kita yang salah. Maka secara intuitif kita akan terpacu untuk mencari jawaban yang benar. Iya kan? Hahaha. Perasaan “hampir” menang itulah yang sebenarnya memicu adiksi kita terhadap sesuatu. Padahal ya mungkin proses untuk mencapai kemenangan itu masih jauh, tapi karena teryakinkan bahwa mungkin prosesnya akan berakhir sebentar lagi. Kita pun akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikannya. 

Tak pikir-pikir, bila ditarik dalam konteks mencari pacar, maka ini adalah penjabaran ilmiah dari tagline “jinak-jinak merpati” dan juga strategi “tarik ulur”. Jaman dulu, pasti kita akan males kan kalau incerannya terlalu gampang didapatkan atau sebaliknya malah terlalu susah. Kalau terlalu gampang merasa nggak ada tantangannya, kalau terlalu susah ya cuma buang-buang waktu aja. Maka, situasi di tengah-tengah “too easy” and “too difficult” adalah sweet spot yang menyenangkan bagi si pengejar. Itulah titik dimana kita bisa merasakan adiksi terhadap sesuatu kan? Kalau ceweknya agak malu-malu tapi mau kan kitanya juga jadi penasaran. Hahaha.

Tapi, mengejar cewek itu adalah perjudian yang sesungguhnya. Saya selalu bilang kalau dicurhatin sama orang yang baru pedekate. Ndeketin seseorang tu kaya kita maen judi, seberapa besar positive feedback yang kita terima, tidak bisa diartikan kalau kita bakal memenangkan permainan. Jangan terlalu pede kalau semisal si doi memberikan feedback-feedback yang menyenangkan dan membumbungkan harapan kita terlalu tinggi. Itu bisa jadi hanya pepesan kosong untuk membuat kita merasa “hampir” menang. Nge-chat LINE dari pagi sampai malem, tapi ternyata dia malah jadian sama orang lain. Kan nyesek banget to jadinya? Wkwk.

Sesungguhnya, yang paling menyakitkan adalah bukan karena kita ditolak sih. Kalau udah yakin nggak ada harapan sih, mau ditolak juga sebodo amat. Yang sebenarnya berbahaya adalah bila harapan kita untuk mendapatkan cintanya, “dibunuh” pelan-pelan secara sistematis dan terencana. Wadaw!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s